Perhiasan menjadi salah satu benda berharga yang selalu diidam – idamkan oleh semua orang. Terlebih jika pada perhiasan tersebut tersemat batu permata indah seperti Cincin Blue Sapphire. Pasti para penggemar perhiasan dan batu permata berbondong – bondong untuk segera meminangnya.
Cincin dengan batu blue sapphire di tengah ini sering menjadi incaran baik oleh mereka yang sedang mencari perhiasan maupun kolektor batu permata. Hal itu tak mengherankan karena perhiasan ini mampu memancarkan keindahan yang sangat luar biasa. Warna birunya yang khas sering kali berhasil menarik perhatian. Selain cincin, batu permata ini juga sering ditemukan di berbagai perhiasan atau aksesoris lainnya seperti liontin, anting, gelang, dan lain sebagainya. Banyak toko – toko perhiasan yang menyediakan aneka aksesoris dengan batu blue sapphire, seperti Kimfook.
Batu sapphire biru ini termasuk dalam batu permata yang langka keberadaannya di Indonesia. Oleh karena itu, setiap orang yang ingin memiliki cincin dengan batu ini harus membayar mahal. Bahkan, mereka harus menghabiskan banyak uang hanya untuk mendapatkan bongkahan sapphire biru pada cincin dengan ukuran paling kecil.
Sekilas Tentang Cincin Blue Sapphire
Asal Cincin Blue Sapphire
Jika dibandingkan dengan batu permata lainnya yang ada pada cincin atau berbagai perhiasan, batu blue sapphire sangat jelas tingkat kelangkaannya. Bahkan, tak banyak toko batu permata atau perhiasan yang menjual blue sapphire asli. Dari pada yang asli, orang lebih mudah menemukan cincin dengan batu permata sapphire biru yang sintetis.
Kelangkaan sapphire biru sendiri disebabkan oleh minimnya lokasi penambangan yang ada di dunia. Bahkan, tercatat sejauh ini hanya ada lima negara di dunia yang memiliki area penambangan batu sapphire yakni Myanmar, Australia, Kenya, Kameron, dan Ethiopia. Kelima negara tersebut dikenal sebagai penghasil batu sapphire yang terindah, termasuk blue sapphire.
Warna biru yang terdapat pada blue sapphire berasal dari chromium dan kandungan besi yang terdapat pada struktur batuan. Tekanan kerak bumi dan suhu panas dapat mempengaruhi perubahan warna yang signifikan pada sapphire. Akan tetapi, tidak semuanya bisa menghasilkan sapphire berwarna biru. Semuanya bergantung dari komposisi tanah di area sekitar penambangan. Apabila kondisi dan strukturnya tepat, maka akan menghasilkan batu blue sapphire yang cerah dan tidak buram.
Blue Sapphire Sebagai Perhiasan
Berkat keindahan yang terpancar dari warna biru batu permata ini membuat banyak orang menjadikannya sebagai unsur penting dalam sebuah perhiasan. Hal itu terlihat dari mulai banyaknya perhiasan yang menggunakan blue sapphire sebagai aksesoris baik kalung, anting, hingga cincin.
Hal itu bukanlah sesuatu yang mengherankan sebab batu ini sendiri memiliki makna atau simbol yang sangat filosofis. Misalnya pada saat digunakan untuk pernikahan. Orang memilih perhiasan ini untuk meminang kekasihnya karena cincin blue sapphire dipercaya sebagai simbol kesetiaan atau kekekalan cinta.
Batu Blue Sapphire Asli dan Natural Tetap Prioritas
Karena kelangkaannya, membuat orang – orang mulai memproduksi blue sapphire sintetis. Meskipun kini sudah ada teknologi canggih yang mampu membuat batu sintetis dengan kualitas yang mirip dengan aslinya, namun penggemar perhiasan dan kolektor batu permata pasti tetap akan memilih perhiasan dengan batu yang asli dan natural.
Kemewahan dan keanggunan dari perhiasan blue sapphire yang asli dan natural bisa didapatkan di toko – toko yang telah terverifikasi sebagai penjual batu permata asli, salah satunya Kimfook.com. Di sana mereka hanya menjual batu permata yang asli dan emas 18k 75%. Jika Anda tertarik silakan kunjungi Instagram kami di @kimfook.id.
Anda Sedang Mencari Cincin Nikah? Segera Konsultasi dengan kami di WA: 0811270055


