Cincin tunangan merupakan perhiasan yang sering digunakan untuk simbol di berbagai momen penting. Seperti tunangan dan acara sakral pernikahan. Cincin ini meskipun kelihatannya tampak sama dengan cincin lainnya, namun secara simbolik berbeda. Selain berbeda dari segi simbolik, cincin ini tidak boleh sembarang dipakai di jari tangan. Biasanya orang-orang meminta calon mempelai memasangkannya di jari manis. Ada sejarah mengapa cincin ini dipasang di jari manis.
Sekilas Tentang Acara Tunangan
Acara tunangan ini berasal dari bangsa romawi. Di mana saat itu banyak laki-laki yang meninggalkan kekasihnya setelah mengucapkan janji manisnya. Tak hanya itu, bahkan saat itu ada satu laki-laki yang menjalin hubungan dengan banyak perempuan. Apabila mau bertanggung jawab, maka tidak menjadi masalah. Namun sayangnya, laki-laki tersebut tidak mau bertanggung jawab dan menelantarkan kekasihnya begitu saja. Dari peristiwa ini akhirnya bangsa Romawi membuat gebrakan baru. Di mana setiap laki-laki harus melamar kekasihnya menggunakan emas mahal. Agar laki-laki tersebut tidak meninggalkan kekasihnya. Harga emas yang mahal tentu membuat laki-laki berpikir dua kali jika ingin meninggalkannya.
Asal Usul Tradisi Cincin Tunangan di Berbagai Budaya di Dunia
Setelah mengetahui tentang acara tunangan secara sekilas. Tentunya Anda akan semakin penasaran dengan asal-usulnya. Di setiap negara memiliki asal-usul yang berbeda. Berikut ini sejarah singkatnya:
1. Mesir
Beberapa orang Mesir menyebut jika acara tunangan sudah ada sejak zaman Mesir kuno. Hal itu didukung oleh budaya yang sama dengan Arab. Karena, Arab sangat menjaga kehormatan wanita. Maka, laki-laki tidak boleh menyakiti hati perempuan. Namun, hal itu tidak dijelaskan secara detail. Mereka hanya melihat dari berbagai ukuran yang ada di Piramida Mesir.
2. Romawi
Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya. Jika bangsa Romawi ingin agar laki-laki senantiasa bertanggung jawab atas cintanya pada perempuan. Salah satunya dengan membuat acara tunangan yang salah satu syaratnya adalah memberikan emas mahal pada perempuan. Dari situ semua bermula. Acara tunangan dan tukar cincin masih dipakai sampai saat ini dan mungkin dicontoh juga oleh berbagai negara.
3. Indonesia
Di Indonesia acara tunangan sudah ada sejak zaman nenek-moyang. Di mana acara ini dilaksanakan agar orang-orang tahu bahwa perempuan atau laki-laki tersebut sudah saling mengikat janji. Sehingga, tidak boleh diganggu atau direbut lagi. Setiap wilayah di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda. Ada yang meminta persyaratan memberi cincin emas dan uang dalam jumlah besar. Agar kedua belah pihak tidak saling mengingkari. Ada juga yang hanya bertukar cincin. Karena, kedua belah pihak yakin tidak saling meninggalkan. Semuanya berbeda-beda.
Jika Anda ingin mencari cincin tunangan, Anda bisa mencarinya di toko berlian terpercaya dan berkualitas KIMFOOK. Toko ini berdiri pada tahun 2015. Berjalan di bawah kendali PT Moissa Internasional Emasindo. Perusahaan ini memiliki beberapa aksesoris atau perhiasan berbahan berlian. Mulai dari cincin tunangan hingga gelang tangan. Cara belinya pun cukup mudah yakni dengan mengunjungi websitenya di https://www.kimfook.com/id/tentang-kami/. Untuk melihat perhiasan secara langsung kunjungi kami di alam sutera brooklyn office tower 9th fl.
Berikut ada beberapa cincin tunangan berlian yang bisa Anda pakai:
- Cincin Berlian – QC ERV: Rp. 22.850.000
- Cincin Berlian Crown – JDGF1550: Rp. 10.100.000
- Cincin Berlian Emas Putih – ERZA031: Rp. 9.792.000
- Dan masih banyak lagi pilihannya.
Asal-usul acara tunangan dan cincin tunangan tersebut tidak untuk diperdebatkan atau diperebutkan. Semua negara memiliki sejarahnya masing-masing. Sehingga, kita harus saling menghormati budaya masing-masing. Apalagi lingkungannya pun juga berbeda-beda.
Sedang Mencari Cincin Nikah? Segera Konsultasi dengan kami di WA: 0811270055


