You are currently viewing Mana yang Terbaik, Cincin Emas Muda atau Cincin Emas Tua?

Mana yang Terbaik, Cincin Emas Muda atau Cincin Emas Tua?

Saat pergi ke toko perhiasan untuk mencari gelang, kalung hingga cincin emas pastinya Anda sering mendengar istilah emas tua dan emas muda. Sebagian orang percaya bahwa penyebutan istilah tersebut untuk menandai kadar emas yang terkandung dalam sebuah perhiasan.

Seperti yang Anda ketahui bahwa sampai saat ini, emas masih jadi pilihan ketika diadakannya acara tertentu seperti pernikahan, tunangan dan lain-lain. Pada saat membeli emas, Anda juga dituntut untuk hati-hati dan memahami hal-hal seperti kadar karat, harga dan sebagainya agar sesuai dengan keinginan.

Anda Sedang Mencari Cincin Nikah? Segera Konsultasi dengan kami di WA: 0811172176

Apa Bedanya Cincin Emas Tua dan Emas Muda?

Mencari perhiasan emas yang murni 24 karat sangatlah sulit, karena emas termasuk jenis logam lunak yang gampang sekali hancur atau tergores saat terbentur sesuatu. Maka dari itu biasanya perhiasan emas ini akan diberi campuran supaya lebih kokoh dan tentu saja ini membuatnya tidak murni lagi.

Biasanya kadar emas ini akan dinyatakan dengan persen atau karat. Ada perhiasan yang kandungan emasnya 9 karat, 14 karat, 18 hingga 22 karat yang beredar di pasaran. Lalu, apa hubungan kadar karat dengan istilah emas tua atau emas muda? Apa yang membedakan kedua istilah tersebut?

1. Dari Jumlah Karat

Banyak orang yang mencari perhiasan emas tua karena konon emas tua terbuat dari campuran dengan kadar emas di atas 70% (17 karat). Tapi nyatanya selain itu ada pula orang yang menyebut emas tua untuk perhiasan dengan kadar emas di atas 42%.

Nah, sementara itu penyebutan emas muda berlaku untuk perhiasan yang kadar emasnya di bawah 70% atau di bawah 42%. Sampai saat ini masih belum ada kepastian tentang berapa minimal kadar emas yang harus dimiliki agar bisa disebut sebagai emas tua atau emas muda.

2. Dari Warnanya

Penyebutan emas tua dan muda selain dilihat dari jumlah karatnya konon juga dilihat dari warna. Di mana untuk warna emas tua biasanya jauh lebih pekat akibat dari tingginya kandungan emas yang dimiliki.

Sementara itu untuk warna emas muda tentu saja tidak terlalu pekat karena kandungan emasnya cukup sedikit. Emas muda justru mempunyai kandungan logam campuran yang lebih banyak sehingga tampak lebih kokoh dan tidak mudah rusak.

3. Dari Harganya

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa emas tua mempunyai harga yang lebih mahal daripada emas muda. Biasanya orang-orang memilih emas tua jika mereka ingin investasi. Harga yang mahal pastinya sudah sesuai dengan kadar karat yang dikandung perhiasan tersebut.

Namun, faktanya tak sedikit pula masyarakat yang memilih untuk membeli emas muda karena menyesuaikan dengan budget yang mereka punya. Sebagai contoh, harga emas 18 karat tentu saja berbeda dengan harga emas 22 karat sehingga sebelum membeli Anda harus bertanya terlebih dahulu tentang hal ini kepada pegawai toko emas.

Berapa Kadar Emas yang Bagus Dijadikan Perhiasan?

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa semakin tinggi kadar emas, maka semakin bagus pula dijadikan perhiasan. Nyatanya tidak demikian, karena ini semakin memperbesar potensi perhiasan tersebut rusak dan harga jualnya jadi turun. Maka dari itu banyak ahli perhiasan yang menetapkan standar kadar emas dalam sebuah perhiasan.

Untuk membuat perhiasan yang cantik, kadar emas yang bisa dipakai setidaknya harus 18 karat. Ini merupakan standar kemurnian yang cukup ideal. Beberapa toko perhiasan seperti V&CO Jewellery menggunakan standar ini dan menyediakan aneka perhiasan dengan kadar karat 18K. Di sini Anda bahkan bisa memilih ragam cincin atau perhiasan lain yang berkualitas terbaik dengan desain yang bervariasi.

Itulah sekilas tentang perbedaan emas tua dan emas muda yang bisa Anda pahami. Pastikan Anda membeli perhiasan kalung, gelang, hingga cincin emas di tempat terpercaya.

BACA JUGA: Syarat Jual Cincin GIA Diamond, Perhatikan Hal Ini Terlebih Dahulu!

Tinggalkan Balasan